“Sepintar-pintarnya seseorang jika tidak menulis, ia akan hilang dari pusaran sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” -Pramoedya Ananta Toer

Suatu siang, kegelisahan menghampiri. Sebuah pertanyaan muncul “Dimana ya aku bisa mengekspresikan diri?” Menyambung eksistensi dalam dunia kepenulisan untuk menuangkan isi kepala yang warna-warni ini.

Seiring berjalannya waktu, seiring pula dengan niat dan usaha akhirnya lahirlah sebuah media untuk menampung kegelisahan dan memberi arti pada kebebasan berpikir. Kami menamainya Tabularasa.

Berangkat dari pemahaman bahwa esensi kehidupan manusia adalah lembaran kertas putih yang dicoret, ditulis, diwarnai, diukir, dan diindahkan melalui pengalaman hidup. Kami tiba pada pemahaman bahwa setiap pribadi memiliki hasrat dan hak untuk menorehkan warna kisah mereka tersendiri, dengan gaya dan dramanya masing-masing.Oleh sebab itulah, kami berinisiatif untuk menghadirkan media yang mampu menyelami cerita di setiap tulisan demi menghidupkan makna.

Memegang prinsip humanism, valuable, dan insightful kami mencoba mematri inspirasi, fenomena, dan gagasan untuk dinikmati para pembaca dari berbagai kalangan.

Tabularasa adalah ruang untuk berbagi pengetahuan dan memberi makna pada kebebasan. Kami, atas nama awak Tabularasa mengucapkan selamat datang di taman bermain para pelantun kisah! Selamat membaca.

Scroll Up